Terpapar Karhutla di Sumatera, Gelaran Seri Formula 1 Singapura Terancam

Senin, 16 September 2019, 10:46 WIB
Laporan: Agus Dwi

Formula 1 Singapura mungkin dijalankan dengan kondisi tidak ideal akibat gangguan asap karhutla/Net

Polusi udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera memberi ancaman bagi gelaran Formula 1 GP Singapura akhir pekan ini. Pasalnya, asap yang mengepung Singapura ini cukup pekat hingga dikategorikan Tidak Sehat.

Asap akibat kebakaran lahan di Indonesia yang dialami Singapura tahun ini termasuk yang terburuk dalam tiga tahun terakhir. Kondisi makin buruk karena Indonesia mengalami musim kemarau berkepanjangan.

"Ada kemunduran dalam kondisi udara di Singapura akhir pekan ini," keterangan Badan Lingkungan Nasional Singapura (NEA) dikutip AFP, Minggu (15/9). "Hal ini terjadi karena angin mendorong lebih banyak asap dari Sumatera ke Singapura.

Menurut NEA, saat ini indeks polusi udara telah mencapai 112 pada Sabtu (14/9) malam. Artinya, udara di Singapura sudah masuk level Tidak Sehat.

Kondisi ini, menurut pihak NEA, berpeluang bertahan hingga beberapa hari ke depan. Bahkan, bisa mengganggu jalannya seri balapan Formula 1 akhir pekan nanti.

Gelaran seri Formula 1 di Singapura sendiri bakal berlangsung sejak Jumat hingga Minggu. Saat ini pihak Singapura GP selaku operator seri balapan terus memantau keadaan sebelum mengambil putusan.

"Dalam event di mana terdapat asap yang mengganggu jarak pandang, kesehatan masyarakat, dan hal-hal terkait operasional, Singapura GP terus bekerja sama dengan sejumlah lembaga terkait sebelum membuat keputusan bersama terkait event ini," demikian pernyataan Singapura GP, (15/9).

Meski demikian, kondisi polusi udara di Singapura saat ini belum seburuk yang dialami pada 2015. Kala itu, indeks polusi udara di Singapura mencapai angka 300. Memaksa seluruh sekolah diliburkan untuk sementara waktu.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Pelita Gelar Doa Bersama Nyelameti Ibu Pertiwi

Senin, 21 Oktober 2019
Video

Pencuri di Semarang Hanya Butuh 10 Detik Gasak Motor

Senin, 21 Oktober 2019
Video

Tidak Ada Tindakan Tegas, Perekonomian Bisa di Bawah 5 Persen

Selasa, 22 Oktober 2019