Lokasi Landing Tidak Safe, Atlet Paralayang Tak Direkomendasikan Terbang

Minggu, 16 Februari 2020, 05:12 WIB
Laporan: Agus Dwi

Festival Paralayang di Ngawi masih belum penuhi standar keamanan/RMOLJatim

Sebanyak 43 atlet paralayang dari 109 peserta yang mengikuti Festival Paralayang Liga I Seri I di Ngawi, tidak direkomendasikan terbang. Menyusul lokasi landing atau titik pendaratan yang tidak memenuhi standar.

Syalikhul Imam, penanggung jawab event paralayang dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) mengatakan, sekitar lokasi titik pendaratan belum sepenuhnya steril. Terutama banyaknya pohon tinggi maupun antena yang cukup membahayakan para atlet paralayang.

“Kurang memadai lokasi pendaratanya padahal sebelum event digelar saya sudah mengintruksikan beberapa pohon yang tinggi harus ditebang. Sayangnya tidak direspons sampai event digelar,” terang Syalikhul Imam, Sabtu, (15/2).

Dilaporkan Kantor Berita RMOLJatim, festival paralayang yang pertama kalinya digelar di Ngawi tersebut antara 14-16 Februari 2020 ini dilaksanakan di lokasi kebun teh Jamus, Desa Wonosari, Kecamatan Sine. Festival itu sendiri dimotori langsung Disparpora Kabupaten Ngawi.

Sementara itu atlet paralayang dari Jayapura, Eddy Warisal, menerangkan lokasi take off di kebun teh Jamus cukup bagus. Selain didukung panorama alam cuacanya pun sering berubah. Hal itulah yang membuat dirinya merasa ada tantangan tersendiri.
EDITOR: AGUS DWI

Kolom Komentar


Video

Darurat Corona, Dr. Tirta: Ini Saatnya Karantina Wilayah Per Provinsi

Sabtu, 28 Maret 2020
Video

Darurat Corona! Pasien Ini Ciptakan Lagu Nge-Rap Setelah Sembuh Dari Covid-19

Minggu, 29 Maret 2020