IPO Dan KOI Sepakat Peran Psikologi Sangat Diperlukan Dalam Olahraga

Pertemuan pimpinan IPO dan KOI/Ist

Ikatan Psikologi Olahraga mengusulkan format kerja sama dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dalam rangka mendukung upaya peningkatan prestasi olah raga nasional.

Hal tersebut disampaikan Ketua IPO Pusparani Hasjim saat melakukan audiensi dengan Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari, Rabu lalu (17/3).

KOI menyambut baik usulan tersebut karena seiring dan setujuan dengan upaya terus-menerus yang tengah dilakukan KOI dalam meningkatkan prestasi olahraga nasional melalui pendekatan yang holistik sifatnya.

Pada pertemuan dengan jajaran pimpinan KOI, pihak IPO memaparkan betapa besar peran psikologi olahraga dalam pembinaan olahraga sejak dini hingga membentuk sosok atlet yang berprestasi.

Sayangnya adalah bahwa hingga saat ini faktor psikologi dalam pembinaan olahraga nasional masih belum terlihat sebagai sebuah kebutuhan yang cukup penting.

Pusparani Hasjim menjelaskan salah satu contohnya adalah, dalam satu tim biasanya ada unsur pendukung antara lain pemijat dan ahli gizi, tapi  sayangnya psikolog olahraga sering dilupakan saat menyusun tim dari sebuah kontingen yang akan berangkat untuk berlaga.

Oleh karena itu, tambahnya, IPO menyampaikan usulan kepada Panitia Olimpiade Indonesia dengan menawarkan bantuan psikolog olahraga yang bisa mendampingi para atlet, terutama mereka yang berpotensi meraih medali.

Pelaku olahraga nasional sudah sejak lama menggunakan psikolog olahraga. Pada tahun 1980, Jo Rumeser, yang saat itu menjadi psikolog untuk tim sepak bola nasional, mendirikan Asosiasi Psikologi Olahraga (APO). Organisasi ini kemudian berganti nama menjadi Ikatan Psikologi Olahraga pada tahun 1999.

Setelah sempat beberapa waktu vakum, IPO kembali aktif dan mulai dilibatkan secara langsung pada kegiatan pesta Olahraga Asian Games 2018 dan Asian Para Games.

Pimpinan KOI menyambut baik tawaran tersebut dan mengatakan bahwa harus ada kemitraan formal antar lembaga.

"Dengan kemitraan formal, kami dapat merekomendasikan keterlibatan IPO di federasi nasional. Kami menyadari pentingnya peran psikologi dalam olahraga karena faktor mental sangat berpengaruh terhadap performa seorang atlet dalam meraih prestasi," kata Okto.

Selanjutnya Okto juga berpendapat bahwa pembinaan psikologi olahraga seharusnya menjadi kurikulum pendidikan dan akan dapat bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Beberapa waktu sebelumnya, pihak IPO juga telah bersilaturahmi dengan jajaran pimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk menyampaikan misi yang sama.

Kolom Komentar


Video

Rekaman CCTV Anggota Brimob Tewas Dikeroyok

Senin, 19 April 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet Dan Koalisi 2024

Selasa, 20 April 2021
Video

Rekaman CCTV Kecelakaan Di Cileungsi, Mobil Box Parkir Ditabrak Mobil Box

Selasa, 20 April 2021

Artikel Lainnya

NOC Indonesia Sambut Antusias Keppres Pencalonan Indonesia Sebagai Tuan Rumah Olimpiade 2032
Olahraga

NOC Indonesia Sambut Antusia..

21 April 2021 18:09
Perwakilan ITO Di Olimpiade Tokyo Butuh Refreshment, NOC Indonesia Siap Cari Solusi
Olahraga

Perwakilan ITO Di Olimpiade ..

20 April 2021 13:49
Marquez Kembali Balapan, Rossi Langsung Waspada
Olahraga

Marquez Kembali Balapan, Ros..

19 April 2021 10:53
Rasis, UEFA Larang Bek Slavia Praha Tanding 10 Laga
Olahraga

Rasis, UEFA Larang Bek Slavi..

15 April 2021 19:58
Politisi Top Jepang: Bukan Tidak Mungkin Olimpiade Tokyo Dibatalkan
Olahraga

Politisi Top Jepang: Bukan T..

15 April 2021 17:59
Jelang Balapan FIM Moto3 Di Portugal, Pembalap Indonesia Berharap Bisa Cetak Sejarah
Olahraga

Jelang Balapan FIM Moto3 Di ..

15 April 2021 14:28
Oktober, Pembangunan Jakarta International Stadium Dijadwalkan Rampung
Olahraga

Oktober, Pembangunan Jakarta..

15 April 2021 13:58
Sepakat Dengan Menpora, Wagub Papua Juga Minta Masyarakat Di Lokasi PON XX Divaksinasi
Olahraga

Sepakat Dengan Menpora, Wagu..

14 April 2021 10:57