Ditangguhkan FIFA, Kapten Sepakbola Wanita Pakistan Minta Pemerintah Turun Tangan

Kapten tim sepak bola wanita Pakistan Hajra Khan meminta Perdana Menteri Imran Khan dan Presiden Arif Alvi untuk mendukung para pemain di saat krisis setelah FIFA menangguhkan federasi nasional olahraga tersebut/Net

Kapten tim sepak bola wanita Pakistan Hajra Khan meminta Perdana Menteri Imran Khan dan Presiden Arif Alvi untuk mendukung para pemain di saat krisis setelah FIFA menangguhkan federasi nasional olahraga tersebut karena campur tangan pihak ketiga.

Permintaan ini diajukan secara terbuka oleh Hajra pada Jumat (9/4), setelah sebelumnya FIFA mengatakan keputusannya untuk menangguhkan Federasi Sepak Bola Pakistan (PFF) dipicu oleh pengambilalihan secara bermusuhan yang merupakan pelanggaran serius terhadap undang-undang tersebut.

Hajra mengatakan keputusan tersebut sangat mencoreng wajah sepakbola wanita Pakistan, mengingat FIFA adalah badan global olahraga yang paling banyak diikuti di dunia.

“Masih ada harapan dan kami sangat mengharapkan tanggapan dari kalian berdua (PM dan Presiden Pakistan),” ucapnya dalam sebuah video yang dibagikan kepada publiik.

"Kami benar-benar mengharapkan negara untuk mendukung kami saat kami sangat membutuhkannya sekarang. Ini adalah permintaan, mungkin tidak lagi rendah hati, tetapi ini adalah permintaan. (Dan) itu adalah kebutuhan. Itu semua bergantung pada Anda," sambungnya.

Sebagai informasi, kondisi ini terjadi setelah sekelompok pejabat sepak bola yang dipimpin oleh Ashfaq Hussain Shah, yang dipilih oleh Mahkamah Agung pada tahun 2018 untuk menjalankan PFF tetapi tidak diakui oleh FIFA, mengambil alih markas tersebut bulan lalu dan mengambil alih kendali dari Komite Normalisasi FIFA (NC) yang dipimpin oleh Haroon Malik.

Pihak FIFA menilai, keputusan penangguhan yang dikeluarkan FIFA hanya akan dicabut setelah menerima konfirmasi dari NC bahwa gedung PFF, akun, administrasi dan saluran komunikasi kembali berada di bawah kendali penuhnya.

Menanggapi situasi tersebut, Hajra ingin para pemimpin negara mengambil tindakan cepat karena kekacauan politik di PFF dapat mengakhiri banyak karier.

"Saya berbicara atas nama saya dan semua pemain sepak bola yang roti hasil jerih payahnya berasal dari olahraga," kata Hajra.

"Kami telah bekerja keras, dengan darah dan keringat, untuk mewakili negara ini. Kami telah naik podium, kami telah memenangkan kejuaraan di masa lalu. Ke mana kita akan pergi selanjutnya? Olahraga apa yang kita pilih?" tandasnya, seperti dikabarkan Channel News Asia.

Kolom Komentar


Video

Detik-detik Terakhir Ustaz Tengku Zulkarnain

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Raih Pole Position Ke-100, Lewis Hamilton: Seperti Yang Pertama
Olahraga

Raih Pole Position Ke-100, L..

09 Mei 2021 05:51
Di Tengah Cuaca Panas Di Valencia, Mario Bakal Start Dari Baris Kelima
Olahraga

Di Tengah Cuaca Panas Di Val..

09 Mei 2021 04:49
Bakal Terbitkan SK Tim CdM Pekan Ini, NOC Indonesia Masih Butuh Bantuan Kemenpora
Olahraga

Bakal Terbitkan SK Tim CdM P..

05 Mei 2021 17:21
Wapres Rans Cilegon FC: Kemenangan Penting, Tapi Yang Lebih Penting Adalah Sportivitas
Olahraga

Wapres Rans Cilegon FC: Keme..

03 Mei 2021 09:38
Gagal Tampil Maksimal, Valentino Rossi Bisa Pensiun Lebih Cepat?
Olahraga

Gagal Tampil Maksimal, Valen..

28 April 2021 16:42
Mantan Juara Tinju Dunia Floyd Mayweather Siap Naik Ring Lawan YouTuber Logan Paul Juni Mendatang
Olahraga

Mantan Juara Tinju Dunia Flo..

28 April 2021 10:49
Hanya Berjarak 0,06 Detik Dari Podium Juara, Mario: Saya Kecewa, Tapi Senang Bisa Meraih Poin
Olahraga

Hanya Berjarak 0,06 Detik Da..

26 April 2021 09:51
Hasil Leg Kedua Final Piala Menpora 2021, Macan Kemayoran Tekuk Persib 2-1
Olahraga

Hasil Leg Kedua Final Piala ..

26 April 2021 03:15