Kopi Timur Mobile
Farah.ID
Kopi Timur
Farah.ID

Menpora Pastikan Tak Ada Perbedaan Apresiasi terhadap Atlet Paralimpiade

LAPORAN: AGUS DWI
  • Minggu, 29 Agustus 2021, 04:55 WIB
Menpora Pastikan Tak Ada Perbedaan Apresiasi terhadap Atlet Paralimpiade
Menpora Zainudin Amali saat menyambut kedatangan atlet Paralimpiade peraih medali/Ist
Tak akan ada perbedaan apresiasi yang diberikan pemerintah kepada atlet-atlet yang telah mengharumkan nama bangsa, baik yang bertarung di Olimpiade maupun Paralimpiade.

Begitu janji Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, saat menyambut kepulangan lifter Ni Nengah Widiasih dan Muhammad Fadli Imammuddin yang didampingi pelatih para-cycling Fadilah Umar dan pelatih para-powerlifting Yanti di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu malam (28/8).

“Pemerintah tidak membeda-bedakan atlet yang ikut Olimpiade dan Paralimpiade. Perhatian sama, fasilitasi sama, karena mereka datang ke sana atas nama bangsa dan negara,” kata Zainudin dalam jumpa pers secara virtual di Jakarta.

Ditambahkan Zainudin, Pemerintah bahkan telah memfasilitasi para atlet Paralimpiade sejak mereka mengikuti pelatnas di Solo dalam persiapan menuju ASEAN Para Games 2020 yang akhirnya batal.

Artinya, seperti halnya peraih medali Olimpiade, maka peraih medali emas Paralimpiade Tokyo pun bakal menerima bonus sebesar Rp 5,5 miliar, perak Rp 2,5 miliar, dan perunggu Rp 1,5 miliar.

Bonus juga akan diberikan kepada seluruh atlet yang bertanding di Tokyo. Masing-masing atlet kemungkinan bakal mendapat Rp 100 juta.

Sementara itu, Ni Nengah Widiasih berterima kasih atas perhatian dan bantuan pemerintah yang selama ini telah diberikan kepada para atlet NPC Indonesia dalam persiapan menuju Paralimpiade.

“Semoga teman-teman atlet lain yang masih akan bertanding di Tokyo dapat mengibarkan bendera Merah Putih sebanyak-banyaknya, dan semoga lagu Indonesia Raya bisa berkumandang di sana,” ucap Widi, sapaan akrabnya.

Kontingen Indonesia hingga kini telah mengantongi tiga medali di Paralimpiade Tokyo. Terdiri dari satu perak dan dua perunggu.

Medali perak disumbangkan oleh Ni Nengah Widiasih dari cabang olahraga para-powerlifting kelas 41 kg putri. Sementara dua perunggu dari Saptoyogo Purnomo di cabang para-atletik nomor 100 meter putra T37 dan David Jacobs dari cabang olahraga para-tenis meja kelas 10 perorangan putra.

Kontingen Merah Putih masih berpeluang menambah perolehan medali di Paralimpiade kali ini. Terutama lewat cabang para-badminton yang menjadi tumpuan utama dan ditargetkan dapat menyumbang satu medali emas dan satu perak.
EDITOR: AGUS DWI

ARTIKEL LAINNYA